Pelayanan Buruk dari Meridian (Supplier Bathtub dan Kran Shower)

Masuk: July 18th, 2013 | Kategori: Lain-lain | Komentar: 12

iklan

Saya ingin sharing untuk pengalaman buruk saya membeli produk bathtub dan shower+kran untuk bathtub yang bermerk Meridian.

Beberapa bulan yang lalu saya membeli bathtub dan shower+kran merk Meridian (atas rekomendasi penjual) dari toko peralatan kamar mandi di daerah panglima polim. Menurut penjual, pengiriman akan dilakukan oleh pihak Meridian sendiri.

Beberapa hari setelah pembayaran, pihak Meridian datang hanya membawa bathtub saja, tanpa shower+kran, maka saya komplain ke toko tempat saya beli tersebut. Kemudian selang beberapa hari, baru shower+kran diantar. Pada saat pemasangan, tukang saya bilang bahwa kran rusak karena air keluar terus dan tidak bisa berhenti walaupun sudah dimatikan. Lalu kami menelpon toko tempat kami beli, dan mereka menelpon pihak Meridian.

Setelah itu datanglah teknisi dari Meridian ke rumah saya, mengecek, dan kemudian dia bilang krannya cacat produksi. Tapi dia minta uang untuk ongkos biaya panggil ke rumah dan biaya service (padahal itu kesalahan produksi dan kami dimintai biaya?). Lalu kemudian karena kaget dikenakan biaya, kami telepon ke customer service, dia bilang free of charge. Lalu kami tidak bayar teknisi tersebut. Dan kran yang rusak diambil untuk diganti yang baru.

Setelah beberapa hari tidak mendapat kabar dari pihak Meridian, kami pun menelpon dan bertanya kapan kran akan diantar, karena tukang saya sudah selesai pekerjaannya dan pekerjaan terakhir adalah pasang kran bathtub tersebut. Dari pihak Meridian menjanjikan besok. Keesokan harinya tidak ada yang datang, lalu kami menelpon kembali dan kembali dijawab besok atau lusa.

Setelah beberapa kali menelpon, dan selalu mendapat jawaban besok atau lusa, suami saya mulai kesal. Dan suami saya telepon ke customer service Meridian dan mereka bilang barang sudah di tangan kurir dan akan diantar kalau tidak hari ini mungkin besok. Lalu suami saya tidak percaya, dan meminta nomor telepon kurir, lalu ketika ditelepon kurirnya bilang barang dia tidak pegang dan dia tidak ada schedule ke rumah saya.

Karena merasa dipermainkan, kami lalu menghubungi toko tempat kami membeli barang tersebut dan meminta mereka urus, kalau memang tidak jelas kami minta tukar barang merk lain. Kemudian orang toko tersebut berjanji utk menindaklanjuti komplain kami.

Esoknya kami kembali ditelepon pihak Meridian yang meminta maaf dan menjelaskan bahwa shower+kran bathtub yang kami order itu barangnya belum ada, masih di kontainer yang mereka prediksi sampai ke gudang mereka 3 hari lagi (selama ini customer service berbohong kepada kami), dan dia menjanjikan untuk mengirim teknisi beserta kran tersebut, dan teknisi itu akan pasang kran tersebut sampai beres. Pada hari H datanglah orang yg mengaku teknisi Meridian, dia mengantarkan barang saya, dan menolak memasang kran tersebut karena tidak bisa dan tidak diperintahkan.

Karena saya merasa lelah untuk konfrontasi lagi dengan pihak Meridian, maka saya menulis di Lapor.NET untuk sekadar curhat mengenai pengalaman buruk saya dengan pelayanan Meridian. Dan dengan curhat ini saya berharap pihak Meridian bisa introspeksi diri dan meningkatkan pelayanan mereka dan juga Quality Control terhadap produk yang akan dipasarkan. Kalau dari saya, saya sudah kapok menggunakan produk Meridian.

Dhiba




Sebarkan Tulisan Ini Melalui:

12 komentar pada “Pelayanan Buruk dari Meridian (Supplier Bathtub dan Kran Shower)”

  1. 1 Meridian berkomentar pada jam 5:43 am tanggal July 19th, 2013:

    Kami pihak Meridian minta maaf atas ketidak nyaman Ibu Dhiba atas pembelian produk Meridian dan bersama ini kami ingin menjelaskan fakta dan tindakan yang dijalankan mengenai keluhan yang di sampaikan oleh Ibu Dhiba melalui forum ini ..

    tgl. 2 April 2013 pesanan Bathtub + kran ( TIDAK TERMASUK PEMASANGAN KRAN ) Ibu Dhiba via toko distributor kami dan dikirim oleh Meridian ke alamat rumah ibu dan diterima oleh Bp. Hafiz ( kalau ada salah tulis maaf karena tulisan di surat jalan kurang jelas ). Tapi ada supir kami lupa bawa krannya , jadi cm terkirim bathtub aja. ( No DO 1304-00019 )

    tgl. 5 April 2013 kami kirim kembali kran pesanannya dan diterima oleh Bp. Hafiz jg. ( No. DO 1304-00056 )

  2. 2 Meridian berkomentar pada jam 6:41 am tanggal July 19th, 2013:

    tgl. 8 July 2013 kami terima laporan dari toko ada keruhan kran keluar air terus dan kami kirim teknisi dgn surat perintah kerja #385/MIP/VII/13 tertanggal 8 July 2013 ( copy spk kami sudah dikasih ke tukang Ibu Dhiba yg ada pada saat itu , nama jelas ga ditulis oleh tukang Ibu cm tanda tangan saja )

  3. 3 Meridian berkomentar pada jam 6:41 am tanggal July 19th, 2013:

    sampai di rumah ibu ketemu tukang yang pasang kran tersebut , setelah di cek oleh teknisi kami ternyata pembagi antara air panas dan air dingin yang ada masalah , infomasi sudah disampaikan teknisi kami ini cacat produksi dan akan di ganti yang baru , teknisi Meridian akan bawa pulang pembagi tersebut dan sdh cantum di surat spk . dan tukang Ibu Dhiba juga sudah confirmasi ke Ibu Dhiba

  4. 4 Meridian berkomentar pada jam 6:43 am tanggal July 19th, 2013:

    Mengenai masalah biaya kunjungan service sebesar Rp. 50.000 dan biaya transport Rp. 50.000 yang tercantum di surat SPK itu sesuai standard kami , tapi sesampai di lokasi setelah dicek oleh teknisi dilaporkan barang cacat produksi , kami free of charge utk customer. dalam kasus ibu Dhiba tidak dikenakan biaya .

  5. 5 teti berkomentar pada jam 10:18 am tanggal November 1st, 2013:

    Wah gawat nih toko. udah kirim barang cacat masih mau minta uang? nggak pantes dong, kalau policy perusahaan tercantum seperti ini dirubah dong.

    atau pastikan barang yang dikirim tidak cacat supaya tidak merugikan pelanggan.

    Saya juga pasti marah besar kalau mendapat perlakuan spt ini.

    BTW, saya juga sedang mencari Bathtub makanya sampai kemari. Oh ya kompensasi pelanggan yang sudah dirugikan ini apa ya? atau Meridian tidak menegerti dia sudah merugikan pelanggannya?

  6. 6 Meridian berkomentar pada jam 7:00 am tanggal July 19th, 2013:

    tgl. 12 July 2013 bagian customer service info akan dikirim via collector kami sebelum siang, sampai jam istirahat siang admin kami terima telp dari Bp. Derli ( suami ibu Dhiba ) dengan nada emosi , menanyakan jadi kirim atau tidak kran , sedangkan bagian customer service lagi istirahat siang , jd admin tidak bisa kasih jawaban . Bp. Derli dengan emosi memarahi admin kami dan kami ada kasih no. telp collector kami ke Bp. Derli .

  7. 7 Meridian berkomentar pada jam 7:10 am tanggal July 19th, 2013:

    Memang customer service kami salah karena tidak info ke Ibu / Bp. kalau tidak jadi kirim karena stok BARANG IMPORT ini kosong pada saat itu . dan kami tidak bisa kirim pada hari itu juga . sampai JAM 6 SORE collector kami terima telepon dari Bp. Derli dengan emosi memarahi dan minta no. telp boss Meridian ( yang saat itu sedang di luar negeri ) , collector kami kasih no. telp kantor tak lama kemudian telpon diterima oleh admin yang pas belum pulang , dengan penuh emosinya Bp. Derli memarahi admin tersebut , pada saat itu kami meminta maaf berkali2 dan akan disampaikan ke CS besokkan nya , setelah puas dengan kemarahan dan complant telpon di tutup langsung oleh Bp. Derli.

  8. 8 teti berkomentar pada jam 10:42 am tanggal November 1st, 2013:

    Kalau saya baca respons anda terhadap komentar Bu Dhiba terlihat sangat tidak professional ya, coba deh anda sendiri yang baca, dan kali ini tempatkan diri anda sebagai Bu Dhiba, anda bisa menilai sendiri, atau kalau memang tidak mengerti, coba belajar lagi mengenai Customer Service ya, Bgmn cara melayani keluhan pelanggan dan apa sih pentingnya pelanggan bagi perusahaan anda… kali aja belum ngerti.

  9. 9 Yuni berkomentar pada jam 8:12 am tanggal February 1st, 2014:

    Saya lagi guggling ttg merek bathup kesini.
    Pas baca keluhan nya saya kr emang cs nya bermasalah,
    Eh ada tanggapan pihak meridian.
    Buuu /bapak meridian. Nih ye gue sebagai pembaca belum jadi konsumen loe aja. Baca mau ngakak.
    Loe berkali kali bilang pihak bapa derli mara marah n maki maki. Terus.
    Dengan kata kata gitu loe bs nyudutin pihak bapak derli?
    Woi meredian, kalo itu kejadian nimpa gue, ga akan cuma g maki maki. Loe gue samparin gue gebreg meja,
    G triakin pake toak.
    Gile aja loe ngerjain cs. Ud tau cs tukang boong msh mau dibela. Gue jd ga simpatik ama pihak meridian.
    Masalah begini masih mau nyalain org, siapa cb ga keki dikerjain. G jd tu keluarga ud gue tinju loe . Wlpn u cewek juga karena gue cewe! Nih gue cewe aja mau ninju gimana kalo g cowo?
    Sembarangan ni cs kl jawab!

  10. 10 Joni berkomentar pada jam 8:38 am tanggal April 8th, 2014:

    Wah heboh sekali bu tuti ama bu yuni commentnya disini beli barang ya aja kagak tapi hebohnya kayak udah beli berapa ratus juta saja.( yg iyanya gak sanggup beli). Jadi ikut heboh2 in suasana.wkwkwk

  11. 11 Andhika berkomentar pada jam 2:50 am tanggal April 26th, 2016:

    Mr. Joni ini adalah contoh komentator yang sangat tidak berpendidikan dan tidak beradab, kalau orang berkomentar itu ya biarkan saja kan itu untuk kebaikan semuanya, itu pantas dan benar agar penjual barang itu bertanggung jawab dengan baik dan tidak mempermainkan konsumen

  12. 12 peri berkomentar pada jam 10:32 am tanggal September 11th, 2014:

    gak jadi deh beli meridian 😀


Ingin berkomentar?

Lapor dan Apresiasikan!