Saya Korban Penipuan Oknum Telkom Jakarta

Masuk: February 25th, 2014 | Kategori: BUMN, Telekomunikasi | Komentar: 20

cb

Hari Ahad, 16 Februari 2014 saya mengajukan permohonan pemasangan line telepon baru yang satu paket dengan Speedy melalui layanan 147. Paket INDIHome yang saya minta adalah yang berkecepatan 3 Mbps. Setelah petugas menulis semua data, saya pun mendapatkan tiga nomor registrasi, yaitu nomor registrasi pelanggan, nomor registrasi telepon dan nomor registrasi Speedy. Petugas mengatakan bahwa diperlukan waktu antara seminggu hingga sepuluh hari sampai line telepon baru dan Speedy terpasang.

Hari Rabu, 19 Februari 2014, sekitar jam 10 pagi saya menghubungi layanan 147 untuk mengecek sampai di mana proses permohonan saya itu. Setelah petugas di 147 menanyakan nomor registrasi pelanggan dan mengecek data saya, ia mengatakan bahwa permohonan saya masih dalam antrian. Waktu itu, menurut petugas, sedang dicarikan line teleponnya.

Sore hari, sekitar jam 17:00, seseorang menghubungi saya. Karena nomornya tidak tercantum dalam daftar kontak saya, maka saya pun mengirim sms, menanyakan siapa dia. Orang tersebut mengaku bahwa dirinya dari Telkom. Dalam pikiran saya, orang tersebut petugas yang ditugasi untuk survey lokasi.

Saya pun menelepon orang tersebut yang kemudian mengaku bernama Tanto (nomor ponselnya 085218680791). Tanto mengkonfirmasi apakah betul saya mengajukan pemasangan line telepon baru sekaligus Speedy. Saya jawab, “Ya”. Tanto juga menyebut nomor registrasi pelanggan dan ternyata benar. Lalu dia mengatakan agar saya besok (yaitu hari Kamis 20 Februari 2014) menyiapkan persyaratannya.

Ketika Tanto menyebutkan uang yang harus disediakan, yaitu Rp. 430.000,-, saya protes, “Menurut petugas di 147 saya hanya diminta menyediakan Rp. 105.000,-“. Tanto mengatakan, “Ah itu salah. Petugas di 147 tidak tahu kondisi di lapangan”. Saya tidak mau berdebat di line telepon, dan saya katakan bahwa besok silakan datang.

Hari Kamis, 20 Februari 2014, sekitar jam 10 pagi, Tanto beserta seorang rekannya datang ke rumah. Persyaratan yang diminta adalah fotokopi KTP, fotokopi kartu keluarga, materai Rp. 6000,- dua lembar. Sebelum saya menyediakan uang yang diminta, kembali saya katakan bahwa petugas di 147 mengatakan bahwa jumlah uang yang harus saya bayar hanya Rp.105.000,-. Tanto kembali menegaskan bahwa petugas di 147 itu tidak tahu kondisi di lapangan. Akhirnya, uang sebesar Rp. 430.000,- dan persyaratan lainnya saya serahkan. Selembar kwitansi mereka berikan. Menurut Tanto, esok hari (Jumat 21 Februari 2014), kabel telepon akan dipasang dan Sabtu 22 Februari 2014, Speedy terpasang.

Jumat, 21 Februari 2014 pagi saya sms Tanto, jam berapa mau datang. Tidak ada jawaban. Usai salat Jumat, saya kembali sms dan lagi-lagi tidak ada jawaban. Saya telepon, nomornya tidak aktif. Saya mulai curiga, jangan-jangan saya tertipu. Beberapa jam kemudian saya dihubungi seseorang yang mengaku dari Telkom. Nah, kebetulan nih, pikir saya. Ternyata yang menghubungi saya adalah seorang yang mengaku bernama Yudi, mengkonfirmasi tentang permohonan pemasangan line telepon dan Speedy.

Saya pikir dia orang yang hendak survei, tapi ternyata dia hanya akan membantu mencarikan nomor telepon baru. Kepada Yudi saya ceritakan tentang Tanto. Yudi meminta saya agar tidak berburuk sangka dulu, siapa tahu hari Sabtu –seperti yang dijanjikan Tanto– line telepon dan Speedy akan dipasang. Namun, Sabtu dan Ahad berlalu dan makhluk yang bernama Tanto tetap tidak bisa dihubungi. Saya pun yakin bahwa saya resmi ditipu.

Hari Senin 24 Februari 2014, saya menghubungi 147. Setelah menyebutkan nomor pelanggan, petugas mengatakan bahwa data saya tidak bisa dibuka karena “error”. Saya dianjurkan untuk menghubungi Plasa Telkom. Dalam benak saya, “Tanto ini benar-benar hebat, selain menipu orang juga mengacak-ngacak data di Telkom”.

Akhirnya saya menuju Plasa Telkom Bintaro. Petugas yang bernama Anja, melayani saya dengan baik. Ternyata untuk mendapatkan paket INDIHome saya hanya diminta melakukan balik nama (sebelumnya atas nama yayasan) dan upgrade kecepatan saja. Ketika saya tanyakan tentang kasus penipuan oknum Telkom, Anja mengatakan bahwa hal itu akan disampaikan kepada atasannya. Menurutnya diperlukan waktu sekitar dua mingguan.

Menurut Yudi yang berkantor di Kandatel Jakarta Selatan, Jl. Sisingamangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan dan juga menurut Anja, selain saya ada beberapa orang yang juga menjadi korban penipuan oknum Telkom dan belum ada yang tertangkap. Kesimpulan saya, data pelanggan di Telkom tidak aman. Bagaimana mungkin orang bisa mengetahui nomor registrasi pelanggan bahkan nomor ponsel, lalu setelah berhasil menipu orang tersebut menyulap data menjadi “error”.

Dr. H. Saifullah Kamalie

Keterangan:
15 April 2014 pelapor menginformasikan:

Masalahnya sudah selesai. Pihak Telkom sudah datang menemui saya dan ada kompensasi dari Telkom atas kerugian saya membayar oknum yang mengaku pegawai Telkom.

Kepada para pemberi komentar yang memiliki permasalahan yang sama, tolong lengkapi data agar Telkom bisa menindaklanjuti laporan tersebut.

 




Sebarkan Tulisan Ini Melalui:

20 komentar pada “Saya Korban Penipuan Oknum Telkom Jakarta”

  1. 1 Leonardo berkomentar pada jam 1:30 am tanggal April 15th, 2014:

    Benar sekali data telkom 147 tidak aman.kejadian sama dgn saya.maret 2014 speedy saya rusak sy telp 147 dan melaporkan kerusakan modem speedy.akhirnya ada petugas yg datang,mengganti modem speedy dan selesai.kira2 3 hari kemudian ada org telp ke cdma saya nanya apakah ada penggantian modem dan saya katakan iya benar.nah hari ini 15april 2014 ada org ngaku dari telkom nelpon ke rumah.yang aneh,nama yg terdaftar di telkom bukan nama saya dan aneh dia nelpon dan mau bicara dgn saya.krn sy tdk pernah info no telp rumah ke org lain kecuali ke beberapa saudara dekat.semua komunikasi selalu pakai hp.dari gaa bicara saja udah ketauan niat penipuannya.langsung saya kejar dgn pertanyaan dari telkom mana trs ada masalah apa nelpon saya.malah orgnya agak bingung sampai marah dan bilang : bapak ini koq bego ya saya dah bilang dari telkom koq tanya macem2.
    Nah langung saya bentak aja: saya tau kamu nggk usah macam2.saya tau kamu dapat data saya darimana.saya akam cari kamu.
    Eh langsung telp ditutup.
    Nah artinya data saya sbg pelapor 147 tdk aman.nama terdaftar di telkom adalah pemilik rumah lama yg sy beli thn 2005 lalu.dam saya tdk pernah sebut nama atau menggunakan no telp telkom utk komunikasi karena hanya digunakan utk internet speedy.

    Semoga kita lbh berhati-hati dgn hal spt ini.

    Leonardo-Depok

  2. 2 natalia berkomentar pada jam 12:51 am tanggal July 18th, 2014:

    Selamat pagi saya baru saja tertipu kamis sore pkl. 17 July kemarin, dengan cerita yang sama persis dengan bapak saya dikenakan biaya Rp. 429.000.- saya pada mulanya tidak ingin membayar tp saya urungkan niat saya mencoba positif karena kalau dia penipu kenapa bisa tahu alamat lengkap dan nomor tlf saya dengan jelas. Hari ini saya mulai tidak tenang karena saya dari semalam hingga detik iji teris menelfon petugas yg mengaku dr telkom tetapi sdh tdk aktif. Saya berterimakasih atas sharing ini. Segera saya mencari plasa elkom terdekat mudah-mudahan saya bisa mendapat jalan keluar atas ketidaknyamanan ini.

  3. 3 Andika berkomentar pada jam 3:58 pm tanggal June 6th, 2015:

    Ibu Natalia kebijakan Indihome PT.Telkom utk berlangganan/pemasangan baru sbb:
    utk paket Indihome 10 mbps ke atas biaya pemasangan sebesar 75 ribu ditambah harga paket dibayarkan pada bulan berikutnya terhitung mulai dipasangnya Indihome
    jadi pada saat pemasangan ataupun sebelum pemasangan tdk di kenakan biaya apa2,untuk lebih jelasnya mengenai pemasangan Indihome silahkan hubungi 147

  4. 4 Ferry Irawan berkomentar pada jam 8:07 am tanggal August 27th, 2014:

    Wah bener nih…sy juga kayaknya kena tipu. BAHAYA, DATA PELANGGAN 147 BISA BOCOR. Darimana si penipu tahu kalo sy mau pasang line baru. PARAH NIH TELKOM!
    Sy barusan telp 147, cek no kwitansi yang diberikan ternyata gak ada. Disarankan saya mesti urus ke Plasa Telkom. Kasihan kita nih pelanggan nya…malah susah dan disusahkan disuruh ke Plasa Telkom juga.

  5. 5 Salim Kurniawan berkomentar pada jam 5:37 am tanggal October 10th, 2014:

    anggal 3 oktober saya mendapat panggilan masuk yang mengaku dari Telkom pada hari itu saya sudah senang mereka datang juga ke tempat saya dan kemudian saya menanyakan kepada mereka apakah hari ini sudah akan dipasang…namun jawaban mereka adalah,akan kita cek jaringan dulu Pak setelah 3 orang berlalulang ke sana kemari melihat kabel salah seorang dari mereka yang menyebutkan nama Siluman yang mana nama tersebut sebelumnya oleh 4 orang yang datang ketempat saya memakai nama tersebut
    ujung ujungnya adalah negoisasi..berikut kurang lebih kutipannya
    siluman..Pak butuh tambahan sambung kabel dan harus dibeli sepanjang 100 m x 2500 rupiah ya.! dan di tambah lagi kemarin bapak ada menjanjikan dengan teman saya sejumlah Rp.300.000 jadi totalnya adalah Rp.550.000 baru akan saya sambungkan Pak

    saya pikir orang ini tidak waras karena 3 bulan yang lalu Adik saya yang rumahnya menjadi satu dengan rumah saya dan hanya berbatas sekat dinding bata baru saja menyambung line telphon dan speddy serta tidak di kenakan tambahan pembelian kabel sama sekali..wajar konsumen harus beli jika memang kondisi terminal telphone dengan rumah yang dipasang terpaut jarak yang jauh lha ini terminal telphon dengan rumah saya gak lebih dari 100.boleh jika diaggap saya harus beli atau nambah sambungan palingan juga gak lebih dari 50m dan yang gak habis pikir ini siluman kok masih bisa dipiara sama Telkom dan juga ni siluman membuat privasi orang menjadi terganggu dengan selalu membawa data pelanggan dari calon korban yang lain
    intinya dengan siluman ini Negosiasi gak mulus saya hanya mau kasi Rp.400.000 tapi mereka menolak

  6. 6 Salim Kurniawan berkomentar pada jam 5:37 am tanggal October 10th, 2014:

    Dan tanggal 7 oktober kembali lagi Ada siluman yang mengaku dari Telkom yang mendatangi istri saya dan yang antik mereka sudah gak pakai nama orang yang sebelumnya telah digunakan lebih dari 6 orang yang datang sebelumnya,memberikan informasi Halus. bahwa lebih baik lewat jalur belakang saja ya Bu lebih nyaman,kalo mau mengikuti Aturan reguler dari Telkom maka belum tentu di jamin dalam kurn waktu 2 – 5 bulan akan terpasang jaringannya dan istri pintar saya langsung memberikan tanggappan pintar ''Biar aja Mas Siluman'' kami tidak pakai Telphone rumah tidak dirugikan sama sekali…dan kami tidak pakai speedy buat internetan saya bisa beli modem gsm satu lusin buat akses internet

    Demikian kritikan dan masukan bagi pihak telkom agar untuk pengawasan devisi Lapangannya lebih diperhatikan kesejahteraannya agar mereka tidak mencari lagi kesejahteraan dari Calon konsumen dan calon Korban
    salam
    Salim Kurniawan

  7. 7 utomo berkomentar pada jam 1:59 pm tanggal November 11th, 2014:

    bocor sih kebangetan banget, apalagi gw mau pasang line telepon sama speedy aja nunggu 2bulan lebih kaga ada kabar, sakit banget tau rasanya dicuekin dan di PHP sm orang2 telkom, bilangnya 3-7harilah 2minggulah… capek dah kalo kayak gini. kalo emang telkom speedy gak masu pasang internet untuk daerah terpencil ya ngomonglah gak usah berbeli-belit kayak gini…

  8. 8 adek-bukittinggi berkomentar pada jam 9:26 pm tanggal March 18th, 2015:

    aku telah ditipu 14 juta rupiah oleh para penipu pengecut hina dina….katanya ngaku-ngaku dari telkom pusat…dia bilang aku adalah salah satu pemenang cenderamata dari telkom karena dianggap sebagai pelanggan terbaik….bahkan pakai sumpah palsu segala dengan menyebut nama Tuhan untuk memuluskan aksi kejahatannya….astaghfirullah…ngaku-ngaku pula bekerjasama dengan polda metro jaya dan petugas lanud halim…dan hadiahnya segera akan diterbangkan ke daerahku bukittinggi dengan sejumlah persyaratan ini itu dan meminta sejumlah uang untuk pengurusan administrasinya …entah kenapa aku seolah terhipnis saja waktu itu….kemungkinan aku terkena gendam melalui telpon…bersyukur ada teman yang segera menyadarkanku…tapi sayang sekali….uang rekeningku amblas 14 juta rupiah…direcoki para penipu bangsat itu…pastinya uangku tidak akan kembali karena sudah diambil oleh para bedebah itu….tapi aku yakin dengan pertolongan Tuhan…karena uang yang mereka makan itu adalah uang haram dan tidak akan ada berkahnya sama sekali…andaikan tidak bertobat juga para penipu bangsat itu dari perbuatannya yang kotor…aku doakan saja semoga para komplotan penipu keparat itu sengsara dunia akhirat….amin….

  9. 9 sendjaya berkomentar pada jam 2:02 am tanggal May 11th, 2015:

    Saya juga korban penipuan "Petugas Telkom". Kejadiannya hampir persis sama. Kira kira 3 minggu lalu. Saya pun ingin berlanggan telkomvision TV dan Internet. Setelah saya hubungi 147 yg terima wanita. Menyatakan akan ada petugas yg survey dilokasi untuk menentukan ada atau tidaknya Jaringan kabel fiber optik dan berapa jarak terdekatnya singkatkata selang beberapa hari datang dua orang "petugas salah satusatunya memakai "Seragam telkom warna Merah". Menyatakan bahwa harus ada penambahan kabel dan biaya yg harus saya bayarkan adalah 600ribu. Akhirnya saya berikan tanda Jadi 270ribu disepakati sisanya dibayar setelah tersambung. Dengan memberikan tanda terima lengkap dengan stempel telkom. Dijanjikan 3hari atau hari senin paling lama 1minggu akan ada penyambungan kabel . tidak lupa sambil perlihatan data nomor Registrasi ketika saya pertama menghubungi 147. Setelah menunggu seminggu tidak ada kabar maka saya coba hubungi lagi nomor telp "petugas tsb' ternyata tidak bisa dihubungi kembali. Saya baru sadar bahwa saya telah kena tipu 2orang yg dengan tenangnya mengaku sebagai petugas telkom". Hati hati bagi yg mau berlangganan dan menghubungi 147 jangan sampai seperti saya.

  10. 10 ricky sugiri berkomentar pada jam 1:56 pm tanggal July 4th, 2015:

    Tgl 29juni 2015 ketika saya di singapur hp saya ditelpon orang yg mengaku staff telkom dngn nama Zaenal permana 081294253238 dengan menyebut nomor registrasi paket indihome yg saya mau baru pasang no reg 31542558 serta alamat lengkap rumah saya dengan benar. Nomor registrasi diberikan pegawai cs 147 by phone bisa diinfokan dengan benar oleh oknum staff tersebut. Dan saya ditagih harus transfer 600rb rupiah untuk registrasi nomor telpon dan dekoder dsb sebelum dipasang. Karena saya yakin karena mana mungkin orang telkom yg tahu no registrasi saya yang hanya diketahui 147 serta alamat lengkap rumah saya bisa disebut dengam benar maka saya segera transfer. Di tgl 1juli 2015. Sayamemiliki bukti sms dan struk transferan bca (zaenal permana no rek bca
    7640663345). Saya dijanjikan untuk dipasang jam 2siang tgl 1juli 2015 dan saya memberikan nomir telpon staff saya yang juga ikut ditelpon oleh zaenal pembohong. Sehingga staff saya menunggu dari siang hingga sore.sorenya saya tiba di rumah ternyata belum terpasang hingga sy telpon 147 berkali2 menanyakn perihal tersebut hingga malam jam 11. Tgl 2juli sy baruvsadar mengalami penipuan dan saya telpin 147menanyakan hal tersebut kenapa nomor registrasi pelanggan baru, alamat dan nomor hp saya bisa bocor di antara staff telkom yg sangat tidak bertanggung jawab. Ini namanya kebocoran rahasia calon pelanggan yg harus harus harus dijaga oleh telkom yg merupakan perusahaan sangat terbesar di indonesia .sy berkali2 telpon 147 namun tidak ada respon sama sekali 147 hanya hanya bisa bilang ok pak nanti kami laporkan.Seolah2 tidak ada kejadian apa2. Saya mau bicara sama manager/pimpinannya saja tidak diperbolehkan. Saya sangat kecewa. Saya bilang kalau tidak diselesaikan secara cepat saya akan masuk ranah jalur hukum bahkan masuk pengadilan saya akan tuntut kebocoran data saya yg tidak dilindungi sama sekali agar telkom bisa jera. Mungkin data nomor registrasi yg hanya diketahui 147 ada permainan orang dalam telkom. Setelah baca artikel di atas saya kaget dan juga tulis review telkom indihome supaya calon pelanggan better menghindari. Terlebih saya daftar telpon 147 pertama kali tgl 12juni hingga kini tgl 4juli 2015 tidak ada kejelasan sama sekali. Bahkan ditelpon telkom sekalipun.coba jangan main2 dengan saya karena saya bisa pakai jalur hukum meski uang kecil namun sy kecewa berat

  11. 11 subhan daiman berkomentar pada jam 1:32 pm tanggal September 20th, 2015:

    3 minggu yang lalu saya ditawarkan salah satu marketing indihome dengan paket 3mbps unlimeted promo 205 ribu sebulan , dengan kondisi itu saya deal untuk memasang indihome, 2 hari berselang datang petugas untuk menginstal indihome, pada hari tsb indihome tv dan internet tidak dapat dipergunakan, jawabanya sih lagi gangguan, beliau berkata nanti akan dihubungi lagi, dan ai petugas pulang dengan instalasi yg masih acak2an , seminggu lebih saya menunggu blm ada kabar, saya terus menanyakan hal tsb kapan akan diselesaikan, alhasil si petugas datang malam2 dan mencoba menyetting indihome kembali, lalu indihome terpasang dan aktif, semua berjalan lancar, selang beberapa hari, saya bingung, knp internet nya lelet sekali, buka youtube aja sering buffering, padahal intenet yg di daftr dengan kec 3mbps, karena penasaran saya telfon teknisi itu kembali, lalu teknisi itu menjawab "maaf mas paket indihome mas di quota 20gb" , lho knp 20gb?? Saya mendaftar paket unlimeted !!! Teknisi : itu kita tidak tau, silahkan menghubungi plasa telkom,
    dan saya ttp komplen dengan kec internet saya yg lelet tab, tpi gk ada jawaban apa2 dari teknisi, lalu saya menghungi 147 untuk melaporkan apa yg terjadi pada saya,
    Sampai sekarang saya belum di hubungi pihak telkom kembali !!
    Inti nya disini,marketing yg tidak bertanggung jawab menghilang, hingga no contact nya tidak aktif lagi !! Saya di tipu !!
    Kecewa sama layanan telkom .
    Subhan daiman – karawang

  12. 12 bayu berkomentar pada jam 2:10 am tanggal October 8th, 2015:

    Saya bayu,,di tanggal 24 agustus 2015 saya memasang indi home,,setelah jangka waktu 1 bulan saya mendapatkan telepon langsung dari pihak telkomsel utk melakukan pembayaran,,di jelaskan semua rincian pembayaranya,tetapi saya belum bisa membayarnya di karenakan pembayaran pertama itu hrus datang langsung ke plaza telkomsel bekasi,tetapi sya tdk bisa datang karna di sibukan dengan kerjaan,krna pembayaran tdk bisa via transfer,,stlh 4 hri kemudian di tanggal 28 agustus 2015 jaringan internet dan chanel tv nya sudah di blog..dan pda akhirnya sampai bulan september sya hrus membayar tagihan yang sangat besar sekali jumlahnya,sedangkan saya memakai indi home hanya dlm wktu 1 bulan saja,,saya merasa tertipu dri pihak indi home,,krna sebelum pemasangan saya di jelaskan dri pihak marketing apabila dlm wktu 1bln tidk membayarnya maka jaringan akn terputus secara otomatis,dn bulan selanjutnya tdk akan kena biaya lgi tetapi kenapa smpai bulan september sya msih di kenakan biaya pemakaian indi home,saya kecewa dn merasa tertipu dri pihak marketing indi home,,bagaimana cara penyelesainya skrng?sya tidak mau bulan bulan berikutnya msih di kenakan biaya pemakaian indi homeMkn djln aj nti aku,,kmu mkn ajj udh

  13. 13 agung berkomentar pada jam 8:22 am tanggal December 19th, 2015:

    Tgl17 desember 2015, da seorang yg mengaku telkom, tapi dy butuh untuk dana survey sekarang dengan tunai Rp.279.000, dikira saya tu bener petugas telkom, cuman yg saya bingung knapp dy gx pake baju petugas telkom indihome, stelah saya bayar, dy bilang bsok sudah mulai dipasang dan bisa dipakai, tapi yg saya ane y, no reg pelanggang berbeda sama no reg yg saya daftarkan diplasa telkom, stelah saya kasih uank y ternyata cuman dikasih surat pembayaran telkom saja, tanpa da keterangan sama sekali, tapi dy bilang kesaya saya akan pasang bsok kabel indihome y, jadi hari ni pembayaran harus dibayar sekarang, karena saya gx tw akhir y sya tunggi bsok setelah sudah saya kasih uank tersebut.

    Hari jumat 18 desember 2015, saya tunggu dirumah pagi2 jam 7 tapi saya sms tu no tersebut masih aktif sampai jam 10:00, stelah tu saya langsung sms lagi, ko belum datang sampe 11 siank nah saya mulai curiga, jangan2 orank tipu, hingga akhir y saya telp 147 dy bilang masih dalam proses belum bisa ditentukan, hingga akhir y saya telp orank tersebut nama y yono, no 085319072234 ternyata no telp y gx aktif, hingga akhir y saya ketelkom plasa, dy bilang ni penipuan, di telkom gx da tanda kwitansi dari scenner, jadi bapak harus berhati2, akhir saya pulang dan percumah klw saya datang telkom, dan si penipu senang menerima uank haram, awas tu orank ketemu sama saya akan saya bunuh nanti, jadi hilang deh uank yg buat instalasi indihome ku dengan Rp.279.000…………

  14. 14 Nico berkomentar pada jam 8:05 am tanggal March 28th, 2016:

    Kasus syaa jgn sama njing bener ne oknum telkom.udh bayar biaya denda perpanjang telkom 230.000 di plasa bsk ny ad yg dtg ktny ptgas telkom minta uang validasi 271000 .sya ksi ktnya bsk lngsung dtg psang.kasi kwitansi palsu.sya tlp 147 ktnya emg ad biaya validasi.sya prcya sya kasi.bsk2 nya gk ad kabar.dan gk di pasang…bahaya ini telkom ada oknum di dalam telkom yg kerja sama oknum teknisi melakukan penipuan..bangsat anjing..!! G sumpahin mati tujuh turunan.anjing !!!!

  15. 15 amie berkomentar pada jam 3:28 am tanggal April 4th, 2016:

    hellooo …
    berdasarkan bad experiences yg sdh sy baca disini, jadi sebaiknya sy hrs kmn kalau mau daftar indihome ? supaya gak tertipu.
    terima kasih

  16. 16 dodo berkomentar pada jam 12:06 pm tanggal July 26th, 2016:

    Hari ini ada petugas beratribut telkom menagih tagihan saya yg sdh 2 bulan. Pakai iming2 discount yg totalnya lebih dari 25% dari nilai tagihan saya. Anehnya dia tahu nomor speedy nomor indihome dan nomor kontrak saya.

    Demi kehati hatian saya kontak 147 dan hanya menginformasikan pembayaran hanya melalui plaza telkom, bank transfer atau payment channel.

    Jadi saya putuskan tidak tergiur dengan discount meskir oknum petugas maksa dan coba meyakini kalau mereka original orang telkom… Btw kasian deh nepu nekad hahahhaa

  17. 17 peggy l. riccy berkomentar pada jam 7:43 am tanggal December 22nd, 2016:

    Sy peggy riccy..
    Sy mau tanya..bagaimana cara kita utk dpt tau nomer telpon penipu yg mengakses data kita melalui telkom? Sy ingin sekali menghentikan mereka selamanya. Karena sudah tiga tahun belakangan ini, sering banget ada telpon dari orang yg ngakunya petugas telkom, memberitahu bpk sy menang undian atau penghargaan pelanggan terbaik. Bapak sy sdh lama meninggal. Dan akhirnya, ibu sy percaya orang tsb penipu. Tapi..orangnya gigih sekali niatnya utk menipu sehingga selalu berulang2 menelpon bergantian nama samaran. Sy terpikir, berapa byk janda2 tua yg hidupnya pas2an dan berharap ada rejeki nonplok utk sedikit bernapas lega, malah semakin tercekik dan menderita karena tertipu oknum jahat tsb. Sungguh sy ingin menangkap dan memenjarakan komplotan ini spy berhenti melakukan kejahatannya. Terimakasih.

  18. 18 Ratu amalia berkomentar pada jam 10:10 pm tanggal December 28th, 2016:

    Mau share aja nih, saya kayaknya kena pungutan liar dari petugas telkom nih waktu kemaren saya registrasi ke telkom cipondoh untuk pasang wifi indihome trus saya sama petugas lngsung survey ke tempat saya, begitu sampe dia ngejelasin kalo jarak tiang ke tempat saya kejauhan sekitar 200 meter lebih dan harus bayar 1jt untuk tambahan penarikan kabel lebih.. dan saya ambil paket 10mbps berikut tv kabel, internet dan telpon. Sebenernya saya udah ngeduga kalo ini modus petugas nya. Tp saya iyain aja karena saya pngen liat sejauh mana permainan nya dan berhubung saya awam juga tentang beginian.. ya tapi udah terlanjur deh mau gimana lagi.. dan modem yang dipake gaada tulisan dibawahnya "milik telkom tidak diperjual belikan" dan merk yg dipake itu ZTE, biasanya kalian yg udh pasang modem nya gmna si? Saya bner2 awam deh.. dan dari situ saya ngerasa udh ditipu dengan harga segitu

  19. 19 Jambree berkomentar pada jam 7:03 pm tanggal January 22nd, 2017:

    Saya Fariz tinggal di ciledug cirebon, saya baru stay disini selama 1bln sblmnya saya tinggal dibekasi, karena saluran tv disini jelek tidak bisa ditangkap antena, saya berniat memasang telkom indihome yg kantornya di pabuaran, saat saya masuk dikantor telkom, pegawai2nya seperti bermain mata atau memberi kode ke temannya, tanpa rasa curiga Kemudiannya saya bertanya kepada marketingnya dia menjelaskan tentang paket dan harganya. kemudian saya putuskan untuk memsang yg fiber unlimited, keesokan harinya petugas telkom survey ketempat saya. dia bertanya kepada saya "apa benar bapak yg mau memasang Indihome?" iya betul pak saya jawab, kemudian dia bertanya lgi, "apa marketing saya sdh menjelaskan masalah biaya pemasangannya?", sdh saya bilang. tiba2 dia meminta saya untuk membayar biaya instalasi sejumlah 375rb dan harus dibayar dimuka. saya heran2, kemudian sya telp 147 saya tanya mengenai biaya instalasi yg harus dibayar di depan, operator bilang tidak ada biaya yg dibayar dimuka semua tanggihan akan dibayar setelah jatuh tempo itupun melalui tagihan telkom resmi. akhirnya sya putuskan tidak jadi pasang, karena blm apa2 saya sdh mau ditipu. Pesan untuk telkom tolong pegawainya diseleksi lagi dan ditindak tegaskan karena ini merusak reputasi anda sendiri

  20. 20 Nela berkomentar pada jam 11:49 am tanggal January 26th, 2017:

    saya merasa tertipu pihak telkom. saya sudah telp 147 untuk penutupan telkom bulan november, lalu saya disuruh bayar tagihan terakhir bulan november di bulan desember. setelah saya bayar, beberapa minggu kemudian saya telp lagi katanya status masih aktif dan harus bayar lagi tagihan desember. lalu saya bayar lagi. akhirnya kesal tanggal 3/01/2017 saya telp lagi 147 katanya status sudah telkom di tempat saya sudah off dan alat sudah di cabut tgl 2/12/2016. tapi hari ini 26/1/2017 di informasikan teman kalau status telp saya masih aktif. jadi saya telp lagi telkom 147 ternyata benar status telp masih aktif dan katanya saya ada tagihan. whattttttttttt??? telkom ini niat nya apa ya? mau meras atau mau apa? kalau ada orang telkom tolong dong jawab niat telkom apa.


Ingin berkomentar?

Lapor dan Apresiasikan!